Beli produk grosir untuk Bisnis Anda
Pengiriman Cepat & Murah
Pemasok Terpercaya
Pembayaran 100% Aman
BannerImage

Ajakan Berkain di Era Modern Berpotensi Hidupkan Kembali Industri Kain Tradisional

#Pengadaan
Tim Editorial Zilingo
Wara-wiri kain tradisional mulai terdengar lagi gaungnya, kali ini nyawanya dihidupkan kembali oleh perkumpulan anak muda dari Swara Gembira dan Remaja Nusantara. Mereka adalah komunitas yang aktif memperjuangkan revolusi seni dan budaya Indonesia. Sempat menjadi trending di media sosial hingga kemudian mempunyai tagar dan challenge-nya tersendiri, kebanyakan masyarakat melihat fenomena ini sebagai salah satu upaya untuk mengenalkan warisan budaya Indonesia terutama wastra nusantara ke golongan muda. Kampanye “Berkain Bersama” disebarkan secara luas oleh komunitas tersebut kepada anak muda Indonesia di berbagai daerah. Lewat akun Instagramnya, @remajanusantara_ memberikan edukasi mendetail tentang tren berkain mulai dari inspirasi memadupadankan wastra dengan pakaian modern hingga memperkenalkan motif dan sejarah wastra dari berbagai daerah di Indonesia.

Berkain di Era Modern

Mengenakan wastra dalam keseharian sudah terbukti tak membatasi ruang gerak pemakainya dalam beraktivitas. Sama seperti pakaian pada umumnya, wastra juga dapat dikenakan di setiap kesempatan bahkan dipadu dengan item adibusana lain. Seni dalam mengenakan kain terletak pada teknik ikat dan lilitnya. Tak perlu takut melorot, dengan ikatan dan lilitan yang benar, wastra justru dapat menjadi salah satu bentuk ekspresi diri bagi pemakainya.
Dengan berkain, kita seakan diajak mengkreasikan busana kita sendiri. Bentuknya yang serbaguna menjadikan kain-kain tradisional ini fleksibel untuk dimodifikasi ke dalam jenis pakaian apapun termasuk menjadi atasan, luaran, bawahan, jumpsuit atau bahkan sebagai aksesoris pelengkap gaya. Kesan kuno dan ketinggalan zaman seakan sudah dilupakan. Pasar wastra, kini meluas ke berbagai generasi dan lapisan masyarakat dengan citra baru yang ditimbulkan, yaitu kain tradisional sekaligus fungsional di era yang kini jauh lebih modern.

Melestarikan Industri Kain Tradisional

Mengingat stigma generasi muda yang cenderung lebih suka menjadikan budaya barat sebagai kiblat dan ikonnya, warganet menyambut ajakan berkain yang hadir di tengah kalangan anak muda saat ini dengan respon yang sangat positif. Dengan ramainya peminat kain di era modern, harapan kembali muncul khususnya bagi para pengrajin kain tradisional nusantara yang sempat tergoyah pandemi Covid-19. Sebagai budaya yang diwariskan leluhur, sudah seharusnya wastra dengan bangga dilestarikan.
Pengembangan kain tradisional di sektor ekonomi dan industri kreatif dilakukan juga oleh pemerintah dengan terus menggagas wacana-wacana kolaborasi dengan desainer kenamaan dunia, guna meningkatkan daya saing produk lokal di kancah internasional. Setelah sebelumnya kain tenun Endek dari Bali sukses menyita perhatian berkat kolaborasi bersama Christian Dior di Paris Fashion Week September 2020 lalu, pada hari Senin, 5 April 2021 Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) mengungkap dirinya tengah menggarap diskusi kolaboratif baru untuk kain tenun tradisional lainnya bersama dengan perusahaan ritel prestisius Louis Vuitton Moet Hennessy (LVMH). “Pagi ini bersama Duta Besar Indonesia untuk Perancis, Armanatha Nasir, serta perwakilan KADIN, kami gerak cepat menggali potensi untuk kolaborasi berikutnya dengan Louis Vuitton Moet Hennessy (LVMH) sebagai perusahaan induk brand-brand ternama dunia,” Tuturnya di Instagram.
Mengingat banyaknya pengrajin yang menggantungkan hidup pada wastra, salah satu upaya pelestarian yang dapat dilakukan masyarakat adalah dengan menjadikan kain tradisional sebagai bagian dari gaya hidup saat ini. “Berkain Bersama” di keseharian tentunya akan memperkokoh eksistensi wastra di era modern. Tertarik menjadi bagian dari upaya pelestarian salah satu warisan budaya Indonesia yang satu ini? Temukan koleksi wastra nusantara terbaik untuk kebutuhan bisnis atau pribadi hanya di Zilingo Trade.
Tim Editorial Zilingo
Related Blogs
#Pengadaan
3 Bisnis Paling Menguntungkan Selama Ramadan
“Ramadhan tiba semua bahagia, tua dan muda bersuka cita. Bulan ampunan bulan yang berkah. Bulan terbebas api neraka”. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Tak terasa hanya tinggal menghitung hari datangnya bulan yang suci. Seperti yang dikutip dari lirik lagu Opick - Ramadan Tiba, tergambar suasana dimana semua orang begitu mendambakan datangnya bulan Ramadan. Tak heran, selain mendapat julukan sebagai bulan penuh rahmat dan ampunan, Ramadan juga menjadi bulan yang spesial bagi perekonomian beberapa negara di dunia. Di negara dengan mayoritas penduduk beragama Muslim, tingkat konsumsi masyarakat cenderung meningkat secara drastis. Tidak hanya Qatar atau Uni Emirat Arab yang merupakan negara dengan sumber pendapatan berkapita tinggi, namun juga negara berkembang seperti Indonesia. Beberapa tradisi turun temurun yang dilakukan sepanjang bulan Ramadan rupanya menjadi pemicu utama pola konsumerisme di tengah masyarakat. Bersantap sahur, berbuka, dan beribadah bersama keluarga, hingga persiapan Idul Fitri tetap menjadi momen yang kerap dinanti selama bulan Ramadan. Terbukti dari survei yang dilakukan oleh Mobile Marketing Association (MMA) dan SurveySensum pada Ramadan 2020 mencatat bahwa terlepas dari pandemi Covid-19 dan ketidakpastian finansial yang menerpa masyarakat, peningkatan daya beli terhadap barang-barang Islami dan pakaian meningkat hingga 46%. Tentu hal ini menjadi peluang bisnis yang baik untuk para pelaku usaha maupun pedagang musiman yang hanya sekedar ingin mendapatkan suntikan dana selain THR. Lantas, bisnis apa sajakah yang paling menguntungkan untuk dijalankan selama bulan Ramadan?
Read More
Konfirmasi
Yakin akan melanjutkan proses ini?
Batal Konfirmasi